Bangli – Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar melepas 608 wisudawan pada gelaran Wisuda XIII di Auditorium Giri Prasta, Bangli pada Rabu, (12/8). Lulusan yang dilantik mencakup jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3).
Rektor UHN Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., mendorong para wisudawan yang telah dibekali ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk tidak berfokus mencari peluang di perkotaan saja, melainkan kembali ke daerah asal masing-masing guna mengabdi dan menggerakkan ekonomi lokal.
“Pemerataan penyebaran sarjana sangat penting agar kontribusi nyata terasa langsung oleh masyarakat luas, tidak hanya menumpuk di Bali. Jaga integritas dan nama baik kampus, kami yakin para lulusan mampu membawa perubahan positif di mana pun berada,” ujar Ngurah Sudiana.
Adapun predikat lulusan terbaik pada wisuda kali ini diraih oleh Dr. Gede Endy Kumara Gupta, S.IP., M.Ag. dari Program Studi S3 Ilmu Agama untuk jenjang Doktoral dengan IPK 3,79, Ni Komang Deviana, M.Par. dari Prodi S2 Pariwisata Budaya dan Keagamaan untuk jenjang Magister dengan IPK sempurna 4,00, serta Tjokorda Istri Sindy, S.H. dari Prodi S1 Hukum Hindu untuk jenjang Sarjana yang juga berhasil merengkuh IPK sempurna 4,00.
Ngurah Sudiana menyampaikan bahwa UHN Sugriwa saat ini merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di luar PTKIN berstatus universitas dengan akreditasi institusi Unggul. Dari 26 program studi yang dikelola, sebanyak 13 prodi telah mengantongi akreditasi Unggul. Kampus ini juga ditopang oleh 25 Guru Besar aktif dan bersiap mengukuhkan empat Guru Besar baru dalam waktu dekat.
UHN Sugriwa juga mematangkan persiapan untuk memfasilitasi program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta menargetkan pembukaan penerimaan mahasiswa baru untuk Program Studi Kedokteran pada 2027 mendatang.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Hindu Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H., mengingatkan para wisudawan agar terus mengasah potensi diri di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
“Di tengah era kemajuan teknologi seperti AI, manusia dituntut untuk tidak berhenti belajar. Jadilah pembelajar sepanjang hayat melalui riset dan dialog yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman,” kata Sudarsana saat membacakan sambutan Dirjen Bimas Hindu.
Sidang terbuka wisuda ini dibuka oleh Ketua Senat Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd., serta dihadiri oleh Kepala Biro AAKK Dr. I Nyoman Dayuh, S.Ag., M.Si., Kepala LLDikti Wilayah VIII, perwakilan Bupati Bangli, dan Ketua PHDI Bali. (Ar/CB.1)




