Denpasar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengeksplorasi pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya Agent AI, guna memperkuat pengelolaan informasi kebencanaan, sistem peringatan dini, serta percepatan pengambilan keputusan berbasis data. Langkah inovatif ini diwujudkan melalui Pelatihan Agent AI Tahap II selama empat hari yang digelar bekerja sama dengan BINAR Academy dan didukung Program SIAP SIAGA.
Pelatihan yang menyasar personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Bali tersebut difokuskan pada tiga area prioritas. Ketiganya meliputi komunikasi risiko hidrometeorologi, penguatan Bali Tsunami Early Warning System (BTEWS), serta penyusunan laporan situasi kebencanaan secara cepat dan terstruktur dari berbagai sumber data.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Dr. Teja Bhusana menjelaskan bahwa tingginya arus informasi dari masyarakat dan petugas di lapangan saat cuaca ekstrem memerlukan sistem pengelolaan yang andal.
“Harapannya melalui lokakarya ini, Agent AI bisa membantu para petugas di bidang kebencanaan untuk lebih fokus pada operasi penanganan bencana, karena sistem informasi sudah dikelola dengan baik,” ujar Teja Bhusana pada Kamis, (1/10).
Sementara itu, Direktur AI sekaligus Advisor BINAR Academy Nur Rahmah menegaskan bahwa keberadaan Agent AI berfungsi sebagai alat bantu navigasi data bagi petugas, bukan menggantikan peran pengambil keputusan.
Sejalan dengan hal tersebut, Provincial Manager Program SIAP SIAGA Bali Ikhyaul Ihsan menilai langkah proaktif BPBD Bali ini sangat krusial dalam memperkuat tata kelola informasi kebencanaan dan sistem peringatan dini agar respons penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat. (An/CB.3)

