Denpasar – Kapal kargo MK Baruna karam di perairan Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Selasa pagi, (11/8). Kapal yang hendak bertolak menuju Nusa Lembongan tersebut mengalami kebocoran usai dihantam gelombang tinggi dan arus deras.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengonfirmasi insiden yang menimpa kapal bermesin empat unit Yamaha 40 PK milik I Wayan Subrata, 54 tahun. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Peristiwa bermula saat kapal berukuran panjang 22,5 meter dan lebar 4,5 meter itu selesai memuat barang kiriman pada Senin malam, 10 Agustus 2026. Namun, tingginya gelombang laut yang mencapai empat meter membuat kapten kapal, Mohamad Ilyas, 40 tahun memutuskan menunda keberangkatan dan lego jangkar sekitar 40 meter dari bibir pantai.
“Pada Selasa dini hari sekitar Pukul 05.00 WITA, air laut yang mengamuk mulai masuk melalui bagian belakang kapal. Kapten kapal sempat berupaya mengarahkan haluan menuju alur pelabuhan yang lebih aman, namun kuatnya arus membuat air makin cepat memenuh lambung hingga kapal akhirnya tenggelam,” ujar Iptu Adi Saputra Jaya, Selasa (11/8).
Mengetahui kondisi darurat, kapten bersama dua anak buah kapal (ABK) Mohamad Nur Wadi, 29 tahun dan Paidi 41 tahun) berupaya mengevakuasi barang-barang berharga ke tepi pantai sebelum mendapat pertolongan.
Personel Sat Polairud Polresta Denpasar yang menerima informasi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa para saksi, serta berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dermaga Sanur.
“Petugas bersama ABK dan masyarakat setempat telah melakukan evakuasi. Posisi kapal saat ini diikat dan ditambatkan di pinggiran pembatas alur Pelabuhan Sanur agar tidak mengganggu laluan speedboat penumpang,” kata Iptu Adi Saputra Jaya.
Pihak kepolisian memastikan musibah murni dipicu oleh faktor cuaca buruk. Hingga saat ini, pemilik kapal belum dapat merinci total kerugian material akibat kerusakan kapal dan barang kargo yang tenggelam. (An/CB.3)




