Jembrana – Tim SAR Gabungan menggelar operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang setelah sampan yang ditumpanginya pecah dihantam kayu di perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis pagi, (10/9).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, membenarkan insiden tersebut. Begitu menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana untuk melakukan pencarian.
“Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area perkiraan korban hilang,” ujar Sidakarya melalui keterangan tertulis.
Peristiwa itu bermula ketika korban bernama I Gusti Putu Sugiarta, 38 tahun, melaut bersama dua temannya menggunakan sampan fiber berwarna putih bernama “RAHAYU”. Saat berada di tengah perairan, sampan yang mereka tumpangi tiba-tiba menabrak kayu berukuran besar yang mengapung hingga lambung kapal pecah dan rusak parah.
Ketiga nelayan tersebut sempat berusaha bertahan hidup dengan cara berpegangan pada serpihan kayu sampan yang terapung selama sekitar 30 menit. Beruntung, sebuah perahu nelayan lain melintas di sekitar lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun, saat proses evakuasi berlangsung, Sugiarta sudah tidak terlihat di permukaan air. Warga sempat melakukan penyisiran mandiri di lokasi kejadian, tetapi tidak membuahkan hasil.
Kantor SAR Denpasar baru menerima laporan darurat dari anggota Polair Polres Jembrana pada Pukul 11.15 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak tujuh personel penyelamat Pos SAR Jembrana diterjunkan menuju Teluk Pelabuhan Gilimanuk untuk memobilisasi perahu cepat Rigid Inflatable Boat (RIB).
Pencarian tahap pertama langsung difokuskan pada titik koordinat terakhir korban terlihat (last known position). Hingga Pukul 14.40 WITA, penyisiran oleh Satuan Unit SAR (SRU) laut telah meluas hingga ke perairan Pengambengan dengan mengoptimalkan seluruh armada laut dan koordinasi antarunsur potensi SAR di lapangan. (Ar/CB.1)

