Denpasar – Operasi besar-besaran yang digelar Imigrasi Bali dalam “Patroli Keimigrasian Dharma Dewata” menjaring 62 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat berbagai pelanggaran serius.
Patroli ini menyasar sejumlah titik rawan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Denpasar, hingga Singaraja. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna mengungkapkan, pelanggaran yang ditemukan cukup beragam, mulai dari overstay, penggunaan data palsu untuk visa, hingga aktivitas ilegal seperti bekerja tanpa izin dan investasi fiktif.
“Patroli ini fokus pada pengawasan terhadap WNA yang melanggar aturan, termasuk yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Felucia saat konferensi pers Selasa, (6/5).
Felucia menegaskan, operasi ini juga bertujuan menjaga marwah pariwisata Bali agar tetap sehat dan berkualitas.
“Keberadaan WNA yang bekerja secara ilegal harus ditindak demi melindungi ekonomi masyarakat lokal dan iklim investasi,” ujarnya.
Tak main-main, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, langsung mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi warga asing yang melanggar hukum di Indonesia, khususnya Bali.
“Saya perintahkan seluruh jajaran bertindak tegas tanpa kompromi. Pilihannya hanya dua, patuhi aturan atau keluar dari Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, Bali sebagai wajah Indonesia di mata dunia tidak boleh dirusak oleh oknum asing yang tidak menghormati hukum maupun nilai-nilai lokal.
Senada dengan itu, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Yuldi Yusman memastikan operasi seperti ini akan terus diperkuat. “Kami tidak akan memberi ruang bagi WNA yang melanggar hukum dan mengganggu ketertiban,” katanya.
Saat ini, puluhan WNA yang terjaring tengah menjalani pemeriksaan intensif. Imigrasi telah menyiapkan sanksi tegas, mulai dari pendetensian, deportasi, hingga penangkalan masuk kembali ke Indonesia.
Masyarakat pun diimbau ikut berperan aktif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan yang melibatkan WNA demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama. (An/CB.3)

