Tabanan – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar tahapan seleksi penulisan makalah dalam rangka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Uji kompetensi ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Tabanan pada Rabu (8/7) mulai pukul 09.00 WITA.
Sebanyak 13 peserta yang telah lolos seleksi administrasi bersaing ketat untuk mengisi tiga posisi strategis yang lowong di lingkungan Pemkab Tabanan. Ketiga jabatan tersebut meliputi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan. Para peserta yang bertarung berasal dari berbagai pos jabatan eselon III, mulai dari camat, sekretaris badan, kepala bagian, sekretaris kecamatan, hingga kepala bidang.
Tahapan penulisan makalah ini dipantau langsung oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Tabanan, perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Bali sebagai pengawas eksternal, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan. Kehadiran tim pengawas lintas instansi ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menerapkan sistem merit secara transparan, objektif, dan akuntabel.
Melalui uji penulisan makalah ini, panitia seleksi menitikberatkan penilaian pada kemampuan konseptual, analisis, dan pemikiran strategis para pelamar. Peserta dituntut mampu menyusun gagasan inovatif, merumuskan solusi atas problematika organisasi, serta memaparkan visi kepemimpinan mereka dalam mendongkrak kualitas pelayanan publik sesuai pos kementerian atau dinas yang dituju. Untuk menjaga independensi dan integritas, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara mandiri menggunakan perangkat komputer yang diawasi ketat tanpa adanya intervensi luar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila menegaskan, seleksi terbuka ini dijalankan secara profesional demi menjaring figur birokrat yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga memiliki integritas tinggi.
“Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menerapkan sistem merit secara konsisten. Kami ingin memastikan bahwa setiap pejabat yang nantinya dipercaya menduduki jabatan pimpinan tinggi benar-benar dipilih berdasarkan kompetensi, integritas, rekam jejak, dan kapasitas kepemimpinan,” ujar Susila.
Ia menambahkan, keterlibatan BRIDA diharapkan mampu memberikan perspektif inovasi bagi calon pemimpin birokrasi, sementara kehadiran Ombudsman RI menjadi garapan keadilan dan transparansi sepanjang proses seleksi bergulir. Melalui skema kompetisi terbuka ini, Pemkab Tabanan optimistis dapat melahirkan nahkoda baru di tiga instansi tersebut yang visioner dan mampu mempercepat program pembangunan daerah. (Ar/CB.1)




