Pariwisata
Beranda » Wisatawan Australia Dominasi Kunjungan Asing ke Indonesia pada Semester Pertama 2026

Wisatawan Australia Dominasi Kunjungan Asing ke Indonesia pada Semester Pertama 2026

Petugas Imigrasi saat melakukan pemeriksaan paspor wisatawan mancanegara di terminal kedatangan internasional. Berdasarkan data perlintasan semester pertama tahun 2026, Australia masih menjadi negara penyumbang wisatawan terbanyak ke Indonesia dengan mencatatkan 848.802 kunjungan, disusul oleh China, India, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. (ist)

Denpasar – Wisatawan mancanegara asal Australia masih mendominasi arus kunjungan warga asing ke Indonesia sepanjang semester I tahun 2026. Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat pergerakan warga Australia ke tanah air menembus angka 848.802 kunjungan dalam enam bulan pertama tahun ini.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dalam keterangan persnya menyebutkan, di bawah bayang-bayang isu global, arus kedatangan pelintas internasional ke Indonesia masih menunjukkan tren yang kompetitif. Berada di bawah posisi Australia, kunjungan tertinggi berikutnya ditempati oleh warga negara China dengan 668.432 kunjungan.

“Dominasi kunjungan wisatawan mancanegara saat ini masih dipimpin oleh Australia,” ujar Hendarsam dalam keterangannya, Senin (6/7).

Selain Australia dan China, tiga negara lain yang masuk dalam jajaran lima besar penyumbang kunjungan asing terbanyak ke Indonesia adalah India dengan 334.107 kunjungan, Korea Selatan sebanyak 202.101 kunjungan, dan Amerika Serikat dengan 186.463 kunjungan.

Tingginya angka kunjungan dari negara-negara tersebut turut mendongkrak perolehan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Direktorat Jenderal Imigrasi dari sektor visa. Nilai pendapatan negara dari sektor ini merangkak naik 6,42 persen menjadi Rp2.815.639.500.000, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tertahan di angka Rp2.645.712.900.000.

Rayakan Kemenangan Argentina Sambil Mabuk, Dua Kelompok Penghuni Kos di Denpasar Timur Terlibat Baku Pukul

Hendarsam menambahkan, tingginya arus kunjungan ini diimbangi dengan penerapan kebijakan selektif (selective policy) berbasis digital. Langkah tersebut diambil guna memastikan setiap pelintas asing yang masuk, termasuk dari negara dominan seperti Australia, benar-benar memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dengan tetap menjaga aspek keamanan negara. (An/CB.3)

Bagikan