Denpasar – Seorang pria asal Jakarta ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos di Gang 6 Banjar Mandala Sari, Desa Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Jumat (22/5) malam sekitar Pukul 23.00 WITA.
Korban diketahui bernama Rudi Ganti, 56 tahun yang sehari-hari bekerja di sektor swasta. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh adik korban, Gundu Panca Marano, 40 tahun. Ia datang ke kamar kos korban sekitar Pukul 22.00 WITA bersama temannya untuk mengambil pakaian kotor yang akan dibawa ke laundry.
Namun saat pintu kamar dibuka, saksi mencium bau busuk yang sangat menyengat. Saksi kemudian terkejut melihat korban sudah tidak bergerak dengan kondisi tubuh menghitam.
Sebelumnya, pada Rabu (20/5) saksi sempat mengunjungi korban dan membawakan makanan, kopi serta rokok. Saat itu korban disebut masih dalam keadaan sehat dan tidak mengeluhkan sakit apa pun.
Pemilik kos, I Made Merta, 55 tahun mengatakan, korban telah tinggal di kos tersebut selama kurang lebih dua bulan bersama adiknya. Selama tinggal di lokasi, korban dikenal jarang bergaul dan tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya.
Mendapat laporan adanya penghuni kos meninggal dunia, pemilik kos langsung menuju lokasi dan mendapati korban sudah tidak bernapas. Ia kemudian menutupi jasad korban menggunakan sarung sebelum keluar kamar.
Petugas Inafis Polresta Denpasar yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan korban dalam posisi terlentang mengenakan kemeja coklat dan celana jeans hitam. Polisi juga tidak menemukan identitas diri korban di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat sakit dan diperkirakan telah meninggal lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.
Kasi Humas IPTU I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung.
“Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga juga telah mengikhlaskan kejadian tersebut karena korban diketahui memiliki riwayat sakit jantung,” ujar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah atau RS Sanglah guna menunggu hasil pemeriksaan dokter lebih lanjut. (An/CB.3)

