Singasana – Suara derak roda papan luncur yang menghantam semen keras beradu riuh dengan gelak tawa anak-anak remaja di Lapangan Umum Kediri, Tabanan. Di bawah terik matahari sore, sosok remaja berkaus santai tampak bersiap di atas papan skate-nya. Ia memfokuskan pandangan pada salah satu rail besi di depannya, mengambil ancang-ancang, lalu meluncur cepat mencoba menaklukkan rintangan dengan keberanian penuh.
Remaja itu adalah Putu Bagus Raka Pradana, siswa kelas 8 SMPN 2 Tabanan. Raka merupakan satu dari sekian banyak anak muda daerah yang kini menemukan “rumah” baru untuk menyalurkan gairah olahraga ekstrem mereka.
Awal mula cerita Raka berpijak di atas papan luncur dimulai sejak akhir tahun 2025, tak lama setelah Singasana Skatepark resmi berdiri. Rasa penasarannya terpacu usai melihat aksi para skater di lini masa media sosial.
“Banyak rail, drop, tempatnya bagus sekali. Pertama kali belajar skate ya di sini, akhir 2025 lalu. Penasaran karena sering lihat video di sosmed. Awalnya memang terasa susah, tapi seru banget,” ujar Raka dengan mata berbinar.
Keberadaan Singasana Skatepark tak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga wadah tumbuhnya potensi tersembunyi. Pengalaman unik pernah dialami Raka ketika sepatu pilihannya rusak. Saat bermaksud mengembalikan barang tersebut ke pabriknya di Jakarta, pihak brand justru memberikan apresiasi mengejutkan. Sepatu baru dikirimkan gratis tanpa perlu pembayaran. Raka hanya diminta membuat video singkat mengenai pengalamannya menggunakan sepatu tersebut. Sebuah pengakuan kecil yang kian membakar semangatnya.
“Bagus sekali, sekarang makin banyak skaters yang main di sini. Semoga ke depan makin banyak ada skatepark di tempat lain, makin banyak yang main, dan saya sendiri punya cita-cita ingin jadi seorang pro skater,” harapnya.
Singasana Skatepark dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk menyediakan fasilitas olahraga dan rekreasi yang memadai. Diresmikan oleh Bupati Tabanan melalui Sekda I Gede Susila pada Jumat 19 September 2025 di Lapangan Umum Kediri, arena ini dirancang bukan hanya untuk skateboard, tetapi juga olahraga ekstrem lain seperti BMX, rollerblade, hingga scooter.
Pemerintah daerah berharap keberadaan fasilitas ini mampu mendukung gaya hidup sehat dan aktif, sekaligus menjadi benteng positif agar generasi muda terhindar dari pergaulan negatif.
Singasana Skatepark diproyeksikan menjadi pusat berkumpulnya komunitas olahraga ekstrem untuk mencetak prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua KONI Tabanan I Made Nurbawa. Ia mengaku sangat bersyukur atas hadirnya fasilitas publik ini. Menurutnya, Tabanan menyimpan banyak talenta muda berbakat yang selama ini hanya membutuhkan ruang untuk mengasah kemampuan.
“Semoga di masa depan makin banyak anak muda Tabanan yang gemar main skate,” ujarnya.
Di Indonesia, olahraga papan luncur kini berada di bawah naungan resmi Komisi Indonesia Skateboard (KIS) yang bernaung di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), serta terafiliasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk pembinaan prestasi.
Di Singasana Skatepark, setiap lekukan semen dan besi rail bukan lagi sekadar fasilitasi rekreasi. Bagi anak-anak muda seperti Raka, tempat ini adalah pijakan awal untuk merajut mimpi, meluncur lebih tinggi, dan membawa nama Tabanan ke panggung yang lebih luas. (Ar/CB.1)

