Peristiwa
Beranda » Hari Ketiga Pencarian Kapal Terbakar di Selat Lombok, Helikopter Sisir Area Udara

Hari Ketiga Pencarian Kapal Terbakar di Selat Lombok, Helikopter Sisir Area Udara

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban terbakarnya kapal penumpang di perairan Selat Lombok melalui udara menggunakan helicopter pada Jumat, (14/8). Memasuki hari ketiga, area pencarian diperluas ke sektor barat daya, selatan, dan timur, dengan mengerahkan tiga kapal dan satu helikopter untuk memaksimalkan upaya penemuan korban. (ist)

Denpasar – Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban terbakarnya kapal penumpang di Selat Lombok pada hari ketiga operasi pada Jumat, (14/8). Memasuki fase krusial ini, petugas membagi sektor penyisiran ke tiga arah sekaligus dengan mengerahkan armada laut dan udara.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi menyatakan, penyisiran dipusatkan melalui Posko SAR di Pelabuhan Lembar. Area pencarian kini mencakup sektor barat daya, selatan, hingga sebelah timur dari titik awal kejadian.

“Kami mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada, baik personel, alut (alat utama) laut maupun udara, dengan membagi sektor pencarian secara terarah,” kata Hariyadi dalam keterangan resminya.

Menurut dia, sinergi lintas sektoral menjadi kunci mempercepat evakuasi di tengah dinamika kondisi perairan Selat Lombok.

Untuk menyisir wilayah perairan, tim menyiagakan tiga kapal utama, yakni KN SAR 220 Mataram, KAL Belongas, dan KAL Lembar. Penyisiran dari udara diperkuat oleh Helikopter SGi Air Bali yang didukung tim Finns Search and Rescue serta personel Kantor SAR Denpasar.

Kajati Bali Lantik Tiga Kajari Baru

Operasi di lapangan turut dipantau langsung oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso.

Pencarian skala besar ini melibatkan puluhan unsur gabungan, mulai dari Kantor SAR Mataram dan Denpasar, Lanal Mataram, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, hingga tim DVI Biddokkes Polda NTB dan armada ambulans RSUD Provinsi NTB. Selain kapal patroli, sejumlah kapal penyeberangan seperti KMP Portlink II dan KMP Parama Kalyani serta armada yacht di sekitar lokasi turut disiagakan untuk membantu pemantauan. (Ar/CB.1)

Bagikan