Jembrana – Niat menghabiskan waktu berenang bersama teman berakhir tragis bagi seorang remaja di Kabupaten Jembrana. I Made Negara, 14 tahun warga Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, dilaporkan tenggelam saat berenang di Tukad Campuhan, Banjar Rangdu, Kecamatan Mendoyo, Rabu (3/6).
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan setelah dilakukan pencarian dan penyelaman di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar Pukul 14.00 WITA. Saat itu korban bersama dua orang temannya datang ke Tukad Campuhan untuk berenang. Namun nahas, korban yang diketahui belum mahir berenang diduga mengalami kesulitan saat berada di dalam air hingga akhirnya tenggelam.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, korban merupakan orang pertama yang melompat ke sungai sebelum akhirnya hilang dari permukaan air.
“Ada tiga orang yang mandi. Yang pertama mandi dengan melompat dari sandaran dam, langsung tenggelam,” ujarnya.
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Pukul 14.30 WITA. Menindaklanjuti informasi tersebut, sebanyak 10 personel rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana diberangkatkan menuju lokasi pada Pukul 15.00 WITA.
Setibanya di lokasi, tim SAR segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan yang telah berada di lokasi kejadian. Pencarian kemudian difokuskan pada titik yang dicurigai sebagai lokasi tenggelamnya korban.
Pada Pukul 15.50 WITA, dua personel SAR melakukan penyelaman pertama. Berdasarkan hasil pemantauan, kedalaman lokasi pencarian diperkirakan mencapai sekitar enam meter.
“Melakukan penyelaman kurang lebih pada kedalaman enam meter,” kata Dewa Hendri.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada Pukul 16.07 WITA, korban berhasil ditemukan di dasar Tukad Campuhan pada kedalaman sekitar enam meter. Namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke darat dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Negara untuk penanganan lebih lanjut.
Dewa Hendri menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban sehingga operasi dapat berjalan dengan lancar.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi tersebut antara lain Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Polsek Mendoyo, Bhabinkamtibmas Mendoyo, Babinsa Mendoyo, BPBD Jembrana, Tagana Jembrana, Polair Polres Jembrana, Potensi SAR 115, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai maupun perairan terbuka, terutama bagi anak-anak dan remaja yang belum memiliki kemampuan berenang yang memadai. (Ar/CB.1)

