Denpasar – Kunjungan wisatawan ke Bali selama libur panjang Lebaran 2026 tetap stabil dan tidak terdampak konflik global. Rata-rata kunjungan tercatat mencapai 17 ribu orang per hari.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, menyampaikan hingga Maret 2026 jumlah wisatawan mancanegara mencapai 1,3 juta orang, sementara wisatawan domestik tercatat sebanyak 1,5 juta orang.
Ia menegaskan bahwa situasi konflik internasional, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, tidak berpengaruh terhadap minat kunjungan wisatawan ke Bali.
“Target kunjungan wisatawan masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni 6,9 juta wisatawan dalam setahun,” ujarnya di Taman Budaya Art Center, Kamis (26/3).
Meski secara umum stabil, terjadi peningkatan signifikan pada kunjungan wisatawan domestik selama libur Lebaran. Berdasarkan data pengelola daya tarik wisata (DTW), lonjakan mencapai hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Sejumlah destinasi wisata yang mengalami peningkatan di antaranya Tanah Lot dengan rata-rata 4.000 pengunjung per hari, Pantai Pandawa sekitar 3.000 pengunjung per hari, serta Desa Wisata Penglipuran mencapai 2.000 pengunjung per hari.
Selain itu, kawasan Penelokan Kintamani dan Pura Tirta Empul masing-masing mencatat sekitar 2.500 pengunjung per hari. Sementara Nusa Penida dan Pura Luhur Uluwatu mencapai 3.500 pengunjung per hari.
Di sisi lain, Monumen Bajra Sandhi dan Museum Bali sempat ditutup sementara selama rangkaian hari besar keagamaan dan kembali dibuka pada Rabu (25/3).
Sumarajaya menambahkan, peningkatan kunjungan selama libur panjang tahun ini tercatat sebesar 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini juga berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk dari penerapan pungutan wisatawan asing (PWA).
Selain itu, tingkat hunian hotel di Bali saat ini berada pada kisaran 60 hingga 65 persen. (An/CB.3)

