Peristiwa
Beranda » Ngaku Pecalang dan Minta Uang Keamanan ke Pemilik Warung, Pria Asal Gianyar Diamankan di Denpasar

Ngaku Pecalang dan Minta Uang Keamanan ke Pemilik Warung, Pria Asal Gianyar Diamankan di Denpasar

Aparat gabungan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Perbekel Desa Pemecutan Kelod mendampingi penyelesaian kasus oknum pecalang gadungan di Denpasar. (ist)

Denpasar – Tindakan seorang pria berinisial I Ketut S asal Gianyar, yang memungut uang dengan mengatasnamakan pecalang viral di media sosial. Pelaku mendatangi Warung Nasi Campur Jawa milik Sri Jumalis di Jalan Gunung Soputan, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, dan meminta uang banjar serta uang keamanan sebesar Rp120.000.

Merespons video yang diunggah pada media sosial TikTok itu, Bhabinkamtibmas Desa Pemecutan Kelod Aiptu I Made Murdana, Babinsa Sertu Tony Cahyono, Perbekel Desa Pemecutan Kelod I Wayan Tantra, serta Kelian Adat Banjar Abiantimbul langsung mendatangi lokasi pada Selasa, 15 September 2026.

I Ketut S diketahui merupakan residivis aksi serupa yang pernah melakukan pemungutan liar mengatasnamakan pecalang di wilayah Denpasar Timur dan Denpasar Utara.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menyatakan, pihak korban telah memaafkan perbuatan pelaku. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan melalui pembuatan surat pernyataan dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Atas saran Perbekel Desa Pemecutan Kelod, surat pernyataan tersebut ditembuskan ke pihak Polsek, Koramil, hingga aparat desa dan Bendesa Adat Mas, Ubud, tempat asal pelaku,” ujar Iptu Adi Saputra. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan aksi mengatasnamakan lembaga adat demi kepentingan pribadi. (An/CB.3)

Sabet 18 Penghargaan di UDG Bali XXXIII, Kontingen Tabanan Siap Menuju Tingkat Nasional 2027

Bagikan