Denpasar – Seorang anak buah kapal (ABK) KM Bandar Nelayan 31 ditemukan meninggal dunia di kawasan Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, tepatnya di depan PT Bandar Nelayan, Senin (11/5) pagi.
Korban diketahui berinisial NA, 41 tahun pria asal Jakarta yang bekerja sebagai ABK kapal KM Bandar Nelayan 31. Korban sebelumnya sempat mengeluh sakit pusing dan telah menjalani pemeriksaan medis di sebuah klinik sehari sebelum ditemukan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 09.45 WITA. Sebelum meninggal, korban dilaporkan mengalami muntah-muntah dan kondisinya semakin melemah saat berada di kapal.
Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya sempat mendapat penanganan medis karena mengeluh sakit kepala dan vertigo.
“Korban sebelumnya sudah sempat dibawa berobat ke klinik karena mengeluh pusing. Namun pada Senin pagi kondisi korban kembali memburuk saat berada di kapal,” ujarnya.
Salah seorang saksi, menerangkan bahwa korban pertama kali mengeluh sakit pada Minggu (10/5) sekitar Pukul 16.00 WITA. Korban kemudian diantar ke klinik di kawasan Jalan Pulau Moyo untuk mendapatkan pemeriksaan dokter dan diberikan beberapa jenis obat.
Keesokan harinya sekitar Pukul 08.30 WITA, korban kembali mengalami pusing dan muntah-muntah. Rekan korban pun berencana membawanya ke rumah sakit menggunakan mobil.
Sementara itu, saksi lainnya menyebutkan korban sempat terlihat berjalan sempoyongan sebelum akhirnya terjatuh di lokasi kejadian.
“Saat di TKP korban tampak lemas, kemudian terbaring di jalan dan dari mulutnya mengeluarkan busa. Saat menunggu kendaraan untuk dibawa ke rumah sakit, korban sudah tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Petugas yang datang ke lokasi menemukan korban terbaring di pinggir jalan dengan posisi kepala menghadap selatan dan kaki ke arah utara. Korban mengenakan celana jeans hitam dan tidak memakai alas kaki.
“Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban,” tambah IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.
Di dalam tas selempang milik korban, petugas juga menemukan sejumlah obat yang masih utuh dan belum sempat diminum.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) Denpasar guna penanganan lebih lanjut dan memastikan penyebab pasti kematian korban. (An/CB.3)

