Denpasar – Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hingga Minggu, 6 September Pukul 15.30 WITA sebanyak 42 penerbangan mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi dalam keterangan resminya menjelaskan, Meski terjadi gangguan, pihaknya memastikan pelayanan kebandarudaraan secara umum tetap beroperasi secara normal.
“Dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal,” ujar Gede Eka Sandi pada Minggu, (6/9).
Rincian penerbangan yang terdampak mencakup tujuh penerbangan dibatalkan untuk rute kedatangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK), sementara pada rute keberangkatan tercatat 30 penerbangan dibatalkan dan satu penerbangan ditunda (delayed) menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK), dua penerbangan dibatalkan menuju Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), serta dua penerbangan dibatalkan menuju Bandara Husein Sastranegara (BDO).
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) bersama AirNav Indonesia terus memantau pergerakan sebaran abu vulkanik di ruang udara. Pengelola bandara juga berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk penanganan calon penumpang yang tertahan di terminal, termasuk menyalurkan fasilitas service recovery berupa makanan ringan dan minuman.
Calon penumpang diimbau memeriksa status penerbangan secara berkala kepada masing-masing maskapai sebelum menuju ke bandara. (Ar/CB.1)

