Peristiwa
Beranda » Hilang Tujuh Hari di Gunung Batukau, Pendaki Lansia Ditemukan Meninggal di Jurang

Hilang Tujuh Hari di Gunung Batukau, Pendaki Lansia Ditemukan Meninggal di Jurang

Proses evakuasi jenazah pendaki paruh baya yang ditemukan meninggal di jurang Gunung Batukau. (ist)

Tabanan – Setelah sempat dinyatakan hilang selama tujuh hari, seorang pendaki lanjut usia akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di jurang sedalam sekitar 90 meter di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis karena medan ekstrem dan cuaca berkabut.

Korban diduga kuat merupakan Made Dibya, 84 tahun warga yang sebelumnya dilaporkan terpisah dan tersesat saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru. Jenazah pertama kali ditemukan pada Sabtu (9/5) sekitar Pukul 16.20 WITA di kawasan jurang pada ketinggian sekitar 1.808 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali), meski sebelumnya operasi SAR resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil pada Sabtu (2/5).

Begitu menerima laporan adanya jenazah yang dicurigai korban hilang, Basarnas Bali kembali membuka operasi SAR dan melakukan koordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali serta pemandu lokal Gunung Batukaru. Sebanyak lima personel rescue diberangkatkan dari Jimbaran menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru pada Sabtu sore.

Namun karena kondisi gelap dan minim pencahayaan, tim memutuskan evakuasi dilakukan keesokan harinya. Minggu pagi sekitar Pukul 08.00 WITA, tim SAR gabungan bergerak menuju titik lokasi penemuan korban melalui jalur terjal dan licin.

ABK Kapal Meninggal Mendadak di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa

Sekitar Pukul 10.20 WITA, tim berhasil menjangkau posisi korban di koordinat 8°20’46.67″S – 115°5’6.32″E. Jenazah ditemukan berada di dasar jurang sedalam kurang lebih 90 meter.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan, proses evakuasi berlangsung cukup berat karena kondisi medan di lokasi penemuan korban sangat ekstrem.

“Medan menuju lokasi sangat terjal dan licin, ditambah cuaca lembab berkabut dengan jarak pandang terbatas. Tim juga harus ekstra hati-hati karena bebatuan di sekitar jurang cukup labil,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi jenazah yang telah mengalami pembengkakan dan pembusukan turut menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan saat proses evakuasi berlangsung.

Setelah perjuangan cukup panjang, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar jurang pada Pukul 11.45 WITA. Jenazah kemudian ditandu secara estafet menuruni Gunung Batukaru menuju Posko SAR Gabungan di Jatiluwih.

Detik-Detik Brutal Penganiayaan di Benoa Direka Ulang, Tujuh Pelaku Peragakan 40 Adegan

“Evakuasi selesai sekitar Pukul 13.40 WITA dan korban langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka,” tambah Sidakarya.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditsamapta Sabhara Polda Bali, Polres Tabanan, Polsek Selemadeg, Polairud Polres Tabanan, BPBD Kabupaten Tabanan, PMI Tabanan, ORARI Bali, IOF Bali, komunitas pendaki gunung, relawan, hingga masyarakat setempat. (Ar/CB.1)

Berita Populer

01

Resmi Diumumkan! Ini Daftar 39 Nominasi Lomba Ogoh-Ogoh Tabanan 2026 Tingkat Kecamatan.

02

Desa dan Subak Dapat 55 Persen dari Pendapatan DTW Jatiluwih, Begini Rinciannya

03

Bupati Sanjaya Pimpin Gerakan Kebersihan di Pantai Yeh Gangga Tabanan

04

Fakta Terungkap! Perumda Sanjayaning Singasana Bantah Keras Tuduhan Tunggakan Bahan Pokok oleh Pengelola SPPG

05

Rai Wahyuni Sanjaya Kukuhkan Bank Sampah Krama Istri “Gangga Ayu”, Desa Adat Yeh Gangga

Follow Us

     

Bagikan