Budaya
Beranda » Menag “Bongkar Stigma” di Bali! Resmikan Saintek UHN Sugriwa, Sains dan Agama Kini Tak Terpisahkan

Menag “Bongkar Stigma” di Bali! Resmikan Saintek UHN Sugriwa, Sains dan Agama Kini Tak Terpisahkan

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar didampingi Rektor I Gusti Ngurah Sudiana menandatangani prasasti peresmian Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Bangli, Senin (23/3) sebagai simbol komitmen integrasi sains dan spiritualitas. (ist)

Bangli – Kehadiran Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Bangli, Senin (23/3), menjadi momentum penting dalam menyatukan sains dan spiritualitas. Dalam kunjungan tersebut, Menag tidak hanya berdialog dengan tokoh lintas agama, tetapi juga meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) sebagai tonggak baru pendidikan berbasis nilai dan inovasi.

Rektor UHN Sugriwa I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan, apresiasi atas kehadiran Menag yang dinilai menjadi energi baru bagi pengembangan kampus.

“Kehadiran Bapak Menteri Agama merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan memperkuat kualitas UHN Sugriwa menuju World Class University,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembentukan Fakultas Saintek merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman serta menaungi program studi umum yang semakin dibutuhkan.

Sementara itu, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar simbolik, melainkan langkah besar dalam meruntuhkan sekat antara agama dan ilmu pengetahuan.

Tanah Lot Diserbu Wisatawan Saat Libur Lebaran, Joged Bungbung Jadi Magnet dan Bule Ikut Ngibing

“Ini bukan hanya menambah fakultas, tetapi sebuah pernyataan ideologis dan intelektual. Kita ingin menghapus stigma bahwa agama dan sains adalah dua kutub yang saling menjauh,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan keseimbangan antara kecerdasan teknologi dan nilai spiritual di tengah pesatnya perkembangan zaman.

“Kita tidak butuh ilmuwan yang hanya cerdas secara digital tapi kering secara spiritual. Kita butuh generasi yang mampu menciptakan inovasi teknologi untuk kemaslahatan umat, dengan tetap berpegang pada nilai Dharma dan Tri Hita Karana,” lanjutnya.

Menag turut mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence harus diimbangi dengan etika dan nilai keagamaan.

“Teknologi tanpa etika adalah kehancuran. Di sinilah peran perguruan tinggi keagamaan untuk menghadirkan sains yang berketuhanan,” ujarnya.

Tabanan Bersih-Bersih! Baliho dan Spanduk Liar Disikat Habis dalam Sehari

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti peresmian Fakultas Saintek, penanaman pohon, serta peninjauan area kampus bersama jajaran pimpinan dan tokoh masyarakat. Momentum ini diharapkan mampu melahirkan generasi ilmuwan Bali yang unggul secara global namun tetap berakar kuat pada nilai lokal dan spiritual. (Ar/CB.1)

Berita Populer

01

Desa dan Subak Dapat 55 Persen dari Pendapatan DTW Jatiluwih, Begini Rinciannya

02

Bupati Sanjaya Pimpin Gerakan Kebersihan di Pantai Yeh Gangga Tabanan

03

Rai Wahyuni Sanjaya Kukuhkan Bank Sampah Krama Istri “Gangga Ayu”, Desa Adat Yeh Gangga

04

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya melaksanakan Sosialisasi Kulkul PKK dan Posyandu serta Kunjungi Tempat Pengolahan Sampah Plastik “Bali Harmoni” di Denbantas

05

Seorang Mahasiswa Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan Tukad Bangkung Badung, Diduga Bunuh Diri

Follow Us

     

Bagikan