Denpasar – Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan jadwal penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Sebanyak 108 penerbangan domestik terpaksa dibatalkan sejak Minggu pagi, 6 September, hingga Senin, 7 September, Pukul 11.00 WITA.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi menyatakan, dampak pembatalan berfokus pada rute dari dan menuju kawasan Jabodetabek serta Bandung. Pembatalan mencakup rute menuju Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung).
“Meski terdapat pembatalan rute-rute tersebut, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan secara umum di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tetap berjalan normal, baik domestik maupun internasional,” kata Gede Eka melalui keterangan tertulis, Senin, (7/9).
Data dari pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai memperlihatkan 51 jadwal kedatangan dan 57 jadwal keberangkatan yang terdampak, meliputi rute kedatangan dari Soekarno-Hatta (43 penerbangan), Halim Perdanakusuma (5 penerbangan), dan Husein Sastranegara (3 penerbangan), serta rute keberangkatan menuju Soekarno-Hatta (51 penerbangan), Halim Perdanakusuma (3 penerbangan), dan Husein Sastranegara (3 penerbangan).
Imbas pembatalan ini memengaruhi sekitar 13 ribu calon penumpang. Sebanyak 4,4 ribu merupakan penumpang rute kedatangan dan 8,7 ribu sisanya penumpang rute keberangkatan.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau pergerakan ruang udara yang terdampak abu vulkanik. Pihak pengelola juga menyediakan fasilitas service recovery berupa makanan ringan dan minuman bagi penumpang terdampak yang sudah berada di terminal.
Gede Eka mengimbau calon penumpang agar memeriksa status jadwal secara berkala kepada pihak maskapai sebelum berangkat ke bandara.
“Informasi operasional juga dibuka melalui contact center InJourney Airports di nomor 172,” ujarnya. (Ar/CB.1)

