Tabanan – Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kecamatan Penebel, Tabanan, memasuki puncak musim kunjungan wisatawan (high season). Berdasarkan catatan harian, tren peningkatan telah berlangsung sejak Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Kunjungan didominasi oleh wisatawan mancanegara (Wisman) asal Eropa, dengan lonjakan tertinggi tercatat pada 9 Agustus 2026 yang menembus 2.150 orang dalam sehari.
Jumlah 2.150 kunjungan pada 9 Agustus tersebut setara dengan 151,41 persen dari rata-rata total kunjungan harian (1.420 orang per hari) periode 26 Juli hingga 14 Agustus 2026, atau melonjak 51,41 persen melampaui rata-rata harian.
Manajer DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, atau yang akrab disapa Pak Jhon, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan ini didominasi oleh turis benua Eropa yang memanfaatkan momen libur musim panas (summer holiday).
“Kunjungan wisman mengalami peningkatan sangat baik sejak Mei dan puncaknya terjadi di bulan Agustus ini. Pada 9 Agustus lalu, total kunjungan harian kita mencatatkan rekor tertinggi mencapai 2.150 orang. Mayoritas wisman berasal dari negara-negara Eropa seperti Perancis, Jerman, dan Belanda,” ujar Pak Jhon Minggu, (16/8).
Berdasarkan data harian DTW Jatiluwih periode 26 Juli hingga 14 Agustus 2026, akumulasi kunjungan mencapai 28.398 orang. Wisatawan mancanegara menyumbang porsi terbesar yaitu 23.478 orang (rata-rata 1.500 orang per-hari), sementara wisatawan nusantara (Wisnus) mencatatkan 4.920 orang (rata-rata 246 orang per-hari).
Pak Jhon menambahkan, hamparan terasering sawah hijau dan sistem pengairan tradisional Subak yang diakui UNESCO menjadi magnet utama bagi wisatawan Eropa. Pihak pengelola terus mengoptimalkan penataan fasilitas, pelayanan, dan kelancaran alur lalu lintas demi kenyamanan para wisatawan. (Ar/CB.1)




