Denpasar – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menemukan 23 orang dengan hasil tes urine positif narkotika dalam operasi pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang digelar di kawasan wisata Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, dan sebuah tempat hiburan malam di Kota Denpasar, Minggu dini hari, 26 Juli 2026.
Operasi dipimpin Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Putu Putera Sadana bersama jajaran Bidang Pemberantasan, personel Polres Badung, serta petugas Imigrasi Ngurah Rai. Kegiatan diawali dengan pemetaan wilayah dan pengumpulan informasi intelijen terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Putu Putera Sadana mengatakan operasi dilakukan secara humanis agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun wisatawan.
“Kami meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis sehingga kegiatan pengawasan tidak menimbulkan keresahan, namun tetap berjalan efektif dalam mencegah penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Di kawasan Tibubeneng, petugas melakukan pemeriksaan secara acak terhadap 13 orang. BNNP Bali bersama Imigrasi Ngurah Rai juga memeriksa dokumen izin tinggal sejumlah warga negara asing secara sampling. Dari pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan pelanggaran keimigrasian.
Menurut Putu Putera, Bali sebagai destinasi wisata internasional harus tetap menjadi daerah yang aman dan tertib. Kehadiran wisatawan diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengganggu keamanan maupun ketertiban umum.
Usai operasi di Tibubeneng, tim bergerak ke salah satu tempat hiburan malam di pusat Kota Denpasar yang masih beroperasi hingga pagi hari. Di lokasi itu, petugas melakukan tes urine secara acak terhadap 38 pengunjung yang sebagian besar merupakan generasi muda.
Hasilnya, sebanyak 23 orang dinyatakan positif narkotika, terdiri atas 15 laki-laki dan delapan perempuan.
Seluruh orang yang hasil tes urinenya positif kemudian dibawa ke Kantor BNN Provinsi Bali untuk menjalani asesmen dan pendalaman lebih lanjut guna mengetahui keterlibatan mereka dalam penyalahgunaan maupun kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika.
Putu Putera menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya BNN menjaga Bali dari ancaman penyalahgunaan narkotika sekaligus mendukung terciptanya iklim pariwisata yang aman.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika. (An/CB.3)




