Peristiwa
Beranda » Tabanan Masuk Kawasan Rawan Bencana, Begini Faktanya

Tabanan Masuk Kawasan Rawan Bencana, Begini Faktanya

Diskusi dan sosialisasi penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) pada 23 April 2026. (ist)

Tabanan – Kabupaten Tabanan disebut sebagai daerah dengan potensi bencana cuaca ekstrem tertinggi di Bali. Fakta ini bukan sekadar isu, tapi berdasarkan dokumen resmi Kajian Risiko Bencana Nasional Bali 2022–2026, dengan tingkat kerentanan mencapai 452.941 jiwa.

Situasi ini semakin mengkhawatirkan setelah peristiwa pada September 2025 lalu, saat bibit siklon memicu cuaca ekstrem, banjir, dan longsor di berbagai wilayah. Tercatat 66 titik terdampak dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Perubahan iklim itu sudah nyata. Bahkan ada anomali, saat musim hujan justru kering, dan musim kemarau malah hujan ekstrem. Curah hujan sebulan bisa turun dalam sehari,” ungkap I Made Dwi Wiratmaja dari BMKG Bali.

Tak tinggal diam, pemerintah bergerak cepat. BPBD Kabupaten Tabanan bersama BPBD Provinsi Bali dan BNPB, menggandeng Program SIAP SIAGA (kemitraan Australia-Indonesia), menggelar diskusi dan sosialisasi penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) pada 23 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana ini melibatkan berbagai OPD, akademisi, dan pemangku kepentingan. Tujuannya jelas: menyatukan data, menyusun strategi, dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.

Tim SAR Cari Korban Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak, Buleleng

“KRB ini penting sebagai dasar perencanaan. Semua perangkat daerah harus terlibat karena yang kita lindungi adalah masyarakat,” tegas Sekda Tabanan, Dr. I Gede Susila.

Diketahui, sebagian besar bencana di Tabanan dipicu faktor perubahan iklim. Bahkan, BMKG memprediksi kenaikan suhu hingga 0,5°C pada 2030, yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi.

Data BNPB juga menunjukkan, sepanjang 2025, mayoritas bencana di Bali merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

Melalui penyusunan KRB terbaru, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi hanya menjadi korban, tapi juga bagian dari solusi. Kesadaran dan partisipasi warga dinilai kunci untuk menekan risiko bencana ke depan.

“Kalau masyarakat tahu potensi bahaya di wilayahnya, dampak bencana bisa diminimalisir,” tutup Wiratmaja. (Ar/CB.1)

Hari Kedua Pencarian, Korban Hilang di Pantai Kelingking Akhirnya Ditemukan

Berita Populer

01

Resmi Diumumkan! Ini Daftar 39 Nominasi Lomba Ogoh-Ogoh Tabanan 2026 Tingkat Kecamatan.

02

Desa dan Subak Dapat 55 Persen dari Pendapatan DTW Jatiluwih, Begini Rinciannya

03

Bupati Sanjaya Pimpin Gerakan Kebersihan di Pantai Yeh Gangga Tabanan

04

Fakta Terungkap! Perumda Sanjayaning Singasana Bantah Keras Tuduhan Tunggakan Bahan Pokok oleh Pengelola SPPG

05

Rai Wahyuni Sanjaya Kukuhkan Bank Sampah Krama Istri “Gangga Ayu”, Desa Adat Yeh Gangga

Follow Us

     

Bagikan