Gianyar – Operasi SAR hari kedua terhadap pemuda yang terseret arus di Pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, membuahkan hasil. Korban bernama I Gede Yuda Pratama, 19 tahun warga Karangasem yang dilaporkan terseret arus saat mandi pada Minggu (1/11) sekitar Pukul 18.10 WITA, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (2/11).
Pencarian yang memasuki hari kedua tersebut dioptimalkan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dengan menggerakkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) yang bertolak dari Pelabuhan Benoa menuju perairan Pantai Keramas.
Sementara itu, tim Search and Rescue Unit (SRU) darat menerbangkan Drone Thermal serta menyisir sepanjang bibir pantai dari arah barat ke timur. Operasi gabungan ini melibatkan unsur Basarnas Denpasar, Dit Samapta Polda Bali, Satbrimob Polda Bali, Polairud, Polsek Blahbatuh, Balawista Gianyar, BPBD, PMI Gianyar, SAR Dog Indonesia Bali, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Keberadaan korban pertama kali terdeteksi saat penyisiran darat dilakukan, di mana seorang personel Balawista melihat adanya sesosok tubuh yang terapung di tengah gulungan ombak.
Koordinator Lapangan Operasi SAR, Made Widya Antara mengonfirmasi, korban berhasil dievakuasi di pesisir pantai tidak jauh dari titik lokasi awal tenggelam.
“Pada pencarian hari ke-2 dari pagi ini kita sudah menggerakkan 1 RIB dari Pelabuhan Benoa sampai ke Pantai Keramas, selanjutnya kita juga menerbangkan drone thermal dan penyisiran sudah menuju arah barat ke arah timur. Pada Pukul 12.50 WITA korban berhasil ditemukan di ombak kemudian dievakuasi 100 meter ke timur dari lokasi korban tenggelam,” ujar Made Widya Antara, Senin (2/11).
Setibanya di darat, jenazah I Gede Yuda Pratama langsung dievakuasi menuju rumah duka dengan menggunakan mobil ambulans milik PMI Kabupaten Gianyar. Dengan ditemukannya korban, seluruh rangkaian Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. (Ar/CB.1)

