Gaya Hidup
Beranda » Peringati Hari Keadilan Ekologis, Tiga Organisasi Desak Evaluasi dan Moratorium Pariwisata Bali

Peringati Hari Keadilan Ekologis, Tiga Organisasi Desak Evaluasi dan Moratorium Pariwisata Bali

Penyampaikan orasi lingkungan oleh WALHI Bali didampingi perwakilan FRONTIER-Bali dan Komunitas Public Enemy saat konser peringatan Hari Keadilan Ekologis di Kesiman, Denpasar, Bali, Minggu, 20 September 2026. (ist)

Denpasar – Tiga organisasi lingkungan dan kepemudaan menggelar konser musik edukatif memperingati Hari Keadilan Ekologis di Warung SixaSix, Jalan Bakung Nomor 66, Kesiman, Denpasar, Minggu, 20 September 2026. Acara bertajuk “Dari Tapak Untuk Keadilan Antar Generasi, Selamatkan Alam Bali dan Lawan Proyek-Proyek Perusak Lingkungan” ini digagas oleh FRONTIER-Bali, Komunitas Public Enemy, dan WALHI Bali untuk menyuarakan bahaya krisis iklim serta kerusakan ekosistem di Pulau Dewata.

Direktur WALHI Bali A.A. Gede Surya Sentana menegaskan bahwa overtourism dan buruknya tata kelola pariwisata massal di Bali telah memicu laju alih fungsi lahan pertanian hingga 1.125 hektar per tahun, krisis air bersih, serta ledakan volume sampah. Surya mengutip temuan BRIN dan riset Cole yang menunjukkan konsumsi air tanah hotel berbintang mencapai 800 liter per kamar per hari, sementara penumpukan sampah terbesar terkonsentrasi di empat wilayah pusat pariwisata, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

“Masalah ini adalah hal serius dan tantangan Pulau Bali ke depan. Jangan sampai pariwisata yang telah menghidupi Bali justru berbalik mengancam kehidupan masyarakat di masa mendatang,” ujar Surya Sentana.

Dalam pernyataan sikap bersama, perwakilan Komunitas Public Enemy I Gusti Made Putra Triana mendesak Gubernur Bali dan DPRD Bali untuk segera mengevaluasi serta memberlakukan moratorium pariwisata guna menghentikan alih fungsi lahan, krisis air, dan proyek yang merampas hak atas pesisir. Kepala Divisi Kaderisasi FRONTIER-Bali I Gusti Made Alit Permana Putra turut mengajak generasi muda Bali mengambil peran aktif membela hak lingkungan hidup.

Kegiatan yang diperingati saban 20 September ini dimeriahkan oleh panggung musik dari band The Red Man, The Crass, Genk HC, dan High Quality V2, serta gelaran pameran karya seniman lokal. (Ar/CB.1)

Tekan Polusi Suara dan Risiko Kecelakaan, Polisi Sita Puluhan Kendaraan dengan Knalpot Brong

Bagikan