Badung – Informasi adanya sesosok mayat yang diduga mengapung di perairan Pantai Kuta, tepatnya di sebelah barat batu pemecah gelombang depan Patung Baruna, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, memicu upaya pencarian oleh petugas gabungan pada Rabu (17/6) pagi.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, laporan pertama diterima sekitar Pukul 07.45 WITA dari masyarakat yang melihat adanya objek menyerupai mayat mengapung di sekitar batu pemecah gelombang Pantai Kuta.
“Setelah menerima informasi tersebut, personel Satpolairud Polresta Denpasar bersama Balawista Kuta langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pencarian,” kata Iptu Adi Saputra Jaya.
Berdasarkan keterangan saksi Andreas Budiman, 34 tahun yang merupakan petugas Balawista Kuta. Informasi awal diperoleh dari dua orang laki-laki yang melaporkan adanya mayat mengapung di dekat batu pemecah gelombang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Andreas membawa ambulans menuju lokasi, sementara rekannya Mogik Byantara menggunakan jet ski untuk melakukan penyisiran di sekitar perairan.
Pencarian dilakukan ke arah selatan, utara, dan barat dari titik lokasi yang dilaporkan. Namun setelah sekitar satu jam tiga puluh menit dilakukan penyisiran, objek yang diduga mayat tersebut belum berhasil ditemukan.
Sementara itu, petugas Balawista lainnya, Yoyok Wahyudi, 59 tahun saat melakukan penyisiran di sekitar lokasi menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Barang-barang tersebut berupa satu pasang sandal selop warna cokelat, sebuah kacamata, topi warna hitam, dan jas hujan plastik warna biru yang ditemukan di atas batu pemecah gelombang.
“Barang-barang yang ditemukan kemudian diamankan dan dibawa ke Pos Polairud Kuta untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Iptu Adi.
Ia menjelaskan, Satpolairud Polresta Denpasar bersama Balawista Badung telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, hingga mencari kemungkinan rekaman CCTV yang mengarah ke area batu pemecah ombak Pantai Kuta.
Hingga saat ini identitas korban belum diketahui dan keberadaan mayat yang dilaporkan masih dalam pencarian.
“Tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Sampai saat ini korban maupun mayat yang dilaporkan belum ditemukan,” pungkasnya. (An/CB.3)

