Denpasar – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar menyiapkan sebanyak 31 personel serta rekayasa lalu lintas (lalin) saat rangkaian malam pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi 2026, Rabu (18/3). Pengamanan difokuskan di kawasan Catur Muka yang diprediksi menjadi pusat keramaian pawai ogoh-ogoh.
Kepala Dishub Kota Denpasar I Ketut Sriawan mengatakan, pihaknya mulai bersiaga sejak pagi hari seiring pelaksanaan upacara pencaruan agung di kawasan Catur Muka.
“Dari pagi sudah standby karena ada pencaruan agung. Akses ke arah timur akan ditutup sementara,” ujarnya saat ditemui di Terminal Ubung, Selasa (17/3).
Ia menjelaskan, arus kendaraan dari barat atau Simpang Gajah Mada akan dialihkan menuju Jalan Sumatera. Selanjutnya, pengendara diarahkan ke selatan, namun tidak bisa melintas ke Jalan Udayana karena penutupan jalan. Kawasan titik nol Kota Denpasar tersebut dipastikan padat oleh arak-arakan ogoh-ogoh.
Lebih lanjut, Dishub juga mengatur jalur pawai ogoh-ogoh. Dari arah barat, peserta pawai diarahkan memutari Catur Muka satu kali sebelum bergerak ke selatan menuju Jalan Udayana dan lanjut ke Jalan Sumatera. Sementara dari Jalan Veteran, ogoh-ogoh diarahkan ke selatan menuju Catur Muka, berputar, lalu keluar ke arah timur melalui Jalan Patimura. Rute serupa juga berlaku bagi peserta dari arah selatan menuju Jalan Surapati.
Untuk mengantisipasi kemacetan, arus lalu lintas akan kembali dialihkan setelah iring-iringan ogoh-ogoh melintas. Kendaraan dari Jalan Sumatera akan diarahkan ke Jalan Kartini menuju utara guna mencegah penumpukan di kawasan Gajah Mada.
Terkait fasilitas parkir, Dishub Denpasar telah menyiapkan sejumlah kantong parkir. Di antaranya berada di Jalan Kresna untuk kendaraan dari arah barat. Jika terjadi lonjakan, sepeda motor dapat menggunakan area parkir di Jalan Sulawesi. Sementara untuk mobil, kantong parkir disediakan di Jalan Beliton hingga kawasan kantor pariwisata di sisi timur.
Meski diprediksi terjadi peningkatan aktivitas masyarakat, Sriawan menyebut lonjakan tidak terlalu signifikan karena sebagian warga memilih mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dishub juga mengimbau agar pawai ogoh-ogoh dapat diselesaikan paling lambat pukul 01.00 Wita. Hal ini untuk memberikan waktu bagi petugas kebersihan melakukan penanganan pasca kegiatan.
“Kami harapkan pukul 01.00 sudah selesai, sehingga petugas bisa segera melakukan pembersihan. Bahkan lampu jalan akan dimatikan sebagai bagian dari persiapan,” jelasnya.
Pihaknya berharap seluruh rangkaian malam pengerupukan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. (An/CB.3)

