Budaya
Beranda » Penutupan KKN Institut Mpu Kuturan di Desa Sambangan Tanpa Seremoni, Wujudkan Eko Teologi

Penutupan KKN Institut Mpu Kuturan di Desa Sambangan Tanpa Seremoni, Wujudkan Eko Teologi

Kegiatan penutupan KKN IMK di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. (ist)

Singaraja – Terapkan konsep Eko Teologi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Mpu Kuturan (IMK), Singaraja di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng salurkan sembako bagi warga kurang mampu. Kegiatan ini menjadi agenda utama dari penutupan KKN pada Rabu, (26/11). Meski bantuan yang diberikan sederhana, mahasiswa menekankan bahwa tujuan utamanya adalah menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat, sesuai dengan nilai Pawongan dalam Tri Hita Karana.

Acara penutupan yang berlangsung dengan seremoni sederhana dihadiri perbekel, perangkat desa, dosen pembimbing, panitia KKN, serta seluruh peserta KKN. Penyerahan sembako disalurkan secara langsung kepada warga yang membutuhkan di Desa Sambangan.

Koordinator KKN IMK Desa Sambangan Reza Saputra, menegaskan, kuliah kerja nyata tahun ini sejak awal diarahkan untuk memberi manfaat langsung.

“Kami memilih tema Tri Hita Karana, terutama Pawongan. Kami ingin berdampak bagi masyarakat, walaupun tidak bisa menyelenggarakan acara yang wah, namun kami berharap bisa bermanfaat bagi desa, terutama dampak yang kami berikan dapat dirasakan langsung oleh masyarakatnya” ujarnya.

Mahasiswa KKN melakukan penebaran benih ikan di Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan. (ist)

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Sambangan Nyoman Sudarsana, atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN.

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

“Kami sangat mengapresiasi adik-adik sekalian, yang dimana biasanya remaja memiliki semangat bereuforia yang besar. Namun, adik-adik memilih melakukan hal sebaliknya bagi desa kami,” ujarnya.

Sudarsana menyebutkan, KKN IMK Desa Sambangan melakukan kegiatan pembagian sembako yang sangat bermanfaat bagi warga yang masih tergolong kurang mampu, penanaman pohon serta pembuatan biopori.

“Selama kegiatan KKN, ini sudah banyak membantu kami. Semoga ke depannya hal serupa bisa terus dilanjutkan oleh mahasiswa KKN lainnya,” ungkapnya.

Di samping penyaluran sembako sebagai wujud Pawongan, mahasiswa juga menerapkan nilai Tri Hita Karana lainnya. Pada aspek Parahyangan, mahasiswa melaksanakan kegiatan mepamit di Pura Desa sebagai bentuk penghormatan spiritual.

Sementara pada aspek Palemahan, mahasiswa menanam pohon beringin di Pura Desa. Pohon beringin dipilih karena memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar, sehingga diharapkan dapat membantu mencegah banjir, menjaga ketersediaan air tanah, dan memperkuat keseimbangan lingkungan desa. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pelepasan burung dara serta penebaran benih ikan di Air Terjun Tembok Barak sebagai upaya pelestarian ekosistem alam.

Pemkab Tabanan Perkuat Budaya Membaca di Tengah Tantangan Era Digital

Dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada dampak sosial, spiritual, dan lingkungan, KKN IMK Sambangan membuktikan bahwa penutupan tanpa seremoni besar tetap bermakna. Pengabdian nyata yang langsung dirasakan masyarakat menjadi kontribusi terpenting bagi Desa Sambangan. (Ar/CB.1)

Berita Populer

01

Resmi Diumumkan! Ini Daftar 39 Nominasi Lomba Ogoh-Ogoh Tabanan 2026 Tingkat Kecamatan.

02

Desa dan Subak Dapat 55 Persen dari Pendapatan DTW Jatiluwih, Begini Rinciannya

03

Bupati Sanjaya Pimpin Gerakan Kebersihan di Pantai Yeh Gangga Tabanan

04

Fakta Terungkap! Perumda Sanjayaning Singasana Bantah Keras Tuduhan Tunggakan Bahan Pokok oleh Pengelola SPPG

05

Rai Wahyuni Sanjaya Kukuhkan Bank Sampah Krama Istri “Gangga Ayu”, Desa Adat Yeh Gangga

Follow Us

     

Bagikan