Denpasar – Pasca aksi demonstrasi ricuh yang sempat terjadi di Bali dan sejumlah daerah lain di Indonesia, Gubernur Bali Wayan Koster mengambil langkah cepat dengan mengerahkan puluhan ribu pecalang. Besok, Senin (1/9) apel besar pecalang akan digelar di Lapangan Bajra Sandhi Renon sebagai bentuk kesiapsiagaan menjaga kondusivitas Pulau Dewata.
Dalam konferensi pers bersama pemuka agama, Forkopimda, Majelis Desa Adat, dan FKUB Bali di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Minggu (31/8), Koster menegaskan bahwa Bali tidak boleh terpengaruh oleh aksi anarkis.
“Bali adalah destinasi wisata dunia. Kondisi tidak kondusif akan berdampak langsung pada citra dan perekonomian daerah. Karena itu, saya mengajak seluruh umat beragama, majelis desa adat, dan pecalang untuk aktif menjaga kedamaian Bali,” tegasnya.
Koster menyebut, aparat TNI-Polri juga sudah memperketat pengamanan di bandara dan pelabuhan untuk memastikan aktivitas pariwisata tidak terganggu. Sementara itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali menyampaikan lima sikap resmi, salah satunya menolak aksi demo anarkis dari massa luar daerah dan mendukung TNI-Polri menindak tegas pelaku perusuh.
Apel pecalang besok diproyeksikan menjadi konsolidasi besar kekuatan adat dan umat beragama untuk menjaga Bali tetap damai di tengah situasi nasional yang memanas. (Pan/CB.2)