Buleleng – Negara benar-benar hadir untuk rakyat. Komitmen percepatan pembangunan di wilayah pelosok kembali ditunjukkan saat Kasdam IX/Udayana, Brigjen TNI Taufiq Hanafi, memimpin langsung groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Senin (30/3/2026).
Tak tanggung-tanggung, program strategis TNI AD ini menyasar 376 titik jembatan di seluruh Indonesia, dengan 24 titik khusus di wilayah Kodam IX/Udayana yang tersebar di Bali, NTB, dan NTT.
Jembatan gantung yang dibangun ini bukan sekadar proyek biasa. Di Buleleng, jembatan tersebut menjadi urat nadi penghubung Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, sekaligus akses vital bagi siswa menuju SD 5 Ringdikit.
Dalam sambutan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra yang dibacakan Kadis Perkimta Ni Nyoman Surattini, ditegaskan bahwa proyek ini sudah lama dinantikan masyarakat sejak 2019, namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
Kini, berkat dorongan pemerintah pusat dan arahan Presiden RI, pembangunan akhirnya terealisasi dan langsung dikerjakan oleh TNI AD melalui Kodim 1609/Buleleng.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman menegaskan, pembangunan Jembatan Garuda bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat.
“Ini bukan sekadar jembatan. Ini membuka akses pendidikan, memperlancar mobilitas warga, dan menggerakkan roda ekonomi desa,” tegasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok negeri.
Adapun sebaran 24 titik jembatan di wilayah Kodam IX/Udayana meliputi NTT 12 titik, NTB 9 titik dan Bali 3 titik
Tak hanya itu, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial dengan pembagian 25 paket sembako kepada masyarakat setempat, serta dialog virtual serentak dengan jajaran satuan di berbagai daerah.
“TNI AD akan selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tutup Kapendam.
Dengan dimulainya pembangunan ini, harapan baru pun terbuka lebar. Wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, kini perlahan akan terkoneksi membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. (An/CB.3)

