Peristiwa
Beranda » Hujan Deras Subuh-Subuh, Perpustakaan SD di Denpasar Ambruk Tertimbun Longsor

Hujan Deras Subuh-Subuh, Perpustakaan SD di Denpasar Ambruk Tertimbun Longsor

Lokasi tanah longsor yang menimpa ruang perpustakaan SD Sathya Sai, Jalan Kemuda, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Selasa (24/2) pagi. (ist)

Denpasar – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Denpasar kembali memicu bencana. Tanah longsor tiba-tiba terjadi di Jalan Kemuda, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (24/2) sekitar Pukul 06.00 WITA. Material tanah menghantam ruang perpustakaan SD Sathya Sai, menyebabkan tembok bangunan roboh dan isi ruangan porak-poranda.

Peristiwa terjadi saat aktivitas sekolah belum dimulai. Longsoran tanah datang mendadak dan langsung menimpa dinding perpustakaan hingga runtuh. Puluhan buku dan fasilitas belajar yang berada di dalam ruangan tertimbun material tanah. Beruntung tidak ada siswa maupun guru di lokasi saat kejadian, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Kerusakan yang ditimbulkan terbilang cukup parah. Struktur tembok bagian belakang perpustakaan jebol dan sebagian atap ikut terdampak. Pihak sekolah kini harus menutup sementara akses ke area tersebut demi keselamatan.

Mendapat laporan dari warga, aparat dari Polsek Denpasar Utara langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan pengecekan menyeluruh serta memasang garis polisi untuk mengamankan area dari warga yang mencoba mendekat.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menegaskan, pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi.

WNA Kazakhstan Selundupkan Kokain 2.5 Kg, Polda Bali Bongkar Dua Kasus Narkoba Senilai Rp19,8 Miliar

“Begitu menerima laporan, personel langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Kami memasang garis polisi guna mencegah masyarakat masuk ke area yang rawan, mengingat kondisi tanah masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama peristiwa tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah dengan kontur tanah miring atau labil, agar meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat adanya retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan, segera laporkan kepada aparat setempat,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan kerugian dan berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut terhadap bangunan yang terdampak. (An/CB.3)

Modal BRI Ubah Nasib Petani Tabanan, Paprika Organik Tembus Hotel

Berita Populer

01

Resmi Diumumkan! Ini Daftar 39 Nominasi Lomba Ogoh-Ogoh Tabanan 2026 Tingkat Kecamatan.

02

Desa dan Subak Dapat 55 Persen dari Pendapatan DTW Jatiluwih, Begini Rinciannya

03

Bupati Sanjaya Pimpin Gerakan Kebersihan di Pantai Yeh Gangga Tabanan

04

Fakta Terungkap! Perumda Sanjayaning Singasana Bantah Keras Tuduhan Tunggakan Bahan Pokok oleh Pengelola SPPG

05

Rai Wahyuni Sanjaya Kukuhkan Bank Sampah Krama Istri “Gangga Ayu”, Desa Adat Yeh Gangga

Follow Us

     

Bagikan