Denpasar – Kemacetan parah di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik Idul Fitri yang beririsan dengan Hari Raya Nyepi menjadi sorotan publik. Gubernur Bali, Wayan Koster, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.
Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Koster menegaskan Pemerintah Provinsi Bali sebenarnya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak awal sebelum puncak arus mudik terjadi.
Upaya itu dilakukan melalui rapat koordinasi bersama jajaran Polda Bali, Kodam IX/Udayana, Dinas Perhubungan, serta unsur Forkopimda lainnya.
Dari hasil koordinasi tersebut, Polda Bali membentuk sejumlah posko pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur Gilimanuk–Mengwi. Sementara itu, penambahan armada penyeberangan juga dilakukan oleh ASDP Indonesia Ferry di bawah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia guna mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.
“Atas kemacetan panjang akibat antrean penyeberangan Gilimanuk–Ketapang, saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf,” ujar Koster.
Ia juga mengapresiasi berbagai kritik dan saran dari masyarakat yang menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk penanganan ke depan agar lebih optimal.
Diketahui, kepadatan kendaraan terjadi karena tingginya volume arus mudik menjelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada 19 Maret 2026, yang waktunya sangat berdekatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21-22 Maret 2026. Kondisi ini menyebabkan penumpukan kendaraan terpusat di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk. (An/CB.3)

