Peristiwa
Beranda » Terombang-ambing Hingga Lombok, Nelayan Sanur Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Senggigi

Terombang-ambing Hingga Lombok, Nelayan Sanur Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Senggigi

Proses evakuasi nelayan asal Sanur yang ditemukan meninggal di kawasan perairan Senggigi, Lombok Barat. (ist)

Denpasar – Kabar duka datang dari seorang nelayan asal Semawang, Sanur, Denpasar yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di perairan Nusa Penida. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Perairan Kerandangan, Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Minggu siang (8/3) sekitar Pukul 11.21 WITA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar I Nyoman Sidakarya menjelaskan, informasi penemuan jenazah pertama kali dilaporkan oleh seorang nelayan bernama Kacimong, warga Kerandangan, Senggigi.

“Jenazah ditemukan dalam posisi telungkup. Ciri-ciri pakaian yang dikenakan mirip dengan laporan orang hilang di perairan selatan Nusa Penida. Setelah itu kami langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Mataram,” ujar Sidakarya.

Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh personel Unit Siaga SAR Bangsal, Senggigi. Korban selanjutnya dibawa menuju RS Bhayangkara Mataram menggunakan ambulans milik Kantor Desa Senggigi.

Pihak keluarga korban telah memastikan bahwa jenazah tersebut adalah I Wayan Suta, nelayan asal Semawang yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di perairan Nusa Penida. Saat ini pihak keluarga masih menunggu proses pemulangan jenazah ke Bali.

Hadiri Festival Imlek dan Cap Go Meh, Bupati Sanjaya Tegaskan Harmoni Tabanan

Sebelumnya, tim SAR gabungan sempat melakukan upaya pencarian dengan mengerahkan dua alat utama SAR. Pencarian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas dengan lima personel menyisir ke arah barat lokasi kejadian hingga radius 20 nautical mile (NM). Sementara satu unit rubber boat dari Balawista Pantai Sanur melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Sanur.

Dengan ditemukannya jenazah korban, operasi pencarian dan pertolongan terhadap nelayan tersebut secara resmi ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah kembali ke kesatuan masing-masing. (Ar/CB.1)

Bagikan