Pariwisata
Beranda » Libur Imlek Dongkrak Kunjungan ke DTW Ulun Danu Beratan, Optimistis Tembus 1.500 Wisatawan

Libur Imlek Dongkrak Kunjungan ke DTW Ulun Danu Beratan, Optimistis Tembus 1.500 Wisatawan

Suasana kunjungan wisatawan di Obyek Wisata Ulun Danu Beratan pada Selasa, (17/2). Libur Imlek membawa angin segar terhadap kunjungan wisatawan.

Tabanan – Momentum libur Tahun Baru Imlek membawa angin segar bagi destinasi wisata di Kabupaten Tabanan. Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan mencatat lonjakan kunjungan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Humas DTW Ulun Danu Beratan Agus Teja Saputra mengatakan, secara umum kondisi kunjungan wisatawan masih stabil. Meski demikian, ada dinamika pergerakan wisatawan mancanegara, khususnya dari India dan Tiongkok.

“Untuk pasar India memang mengalami penurunan sekitar 30 persen karena virus Nipah. Namun secara keseluruhan masih relatif stabil,” ujarnya pada Selasa, (17/2).

Di sisi lain, wisatawan asal Tiongkok justru menunjukkan tren peningkatan selama periode libur Imlek. Untuk kunjungan domestik, terjadi kenaikan sekitar 20 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Sebelum libur Imlek, jumlah kunjungan rata-rata berada di kisaran 800 wisatawan per hari. Memasuki masa liburan, angka tersebut meningkat menjadi 1.200 pengunjung per-hari.

Genderang Menggelegar di Terminal, Penumpang Ngurah Rai Disambut Barongsai dan Hujan Jeruk Imlek

“Kami berharap selama puncak libur Imlek ini jumlah kunjungan bisa menembus 1.500 wisatawan per hari,” kata Agus optimistis.

Secara umum, total kunjungan harian saat ini berada di kisaran 600 hingga 700 orang pada hari normal. Namun saat momen libur panjang, grafik kunjungan menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan.

Pihak pengelola pun terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan, sehingga momentum libur Imlek dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendongkrak sektor pariwisata di kawasan Bedugul, Tabanan.

“Kami sedang siapkan untuk festival gebogan yang akan dilangsungkan pada akhir Juni hingga awal Agustus 2026,” ujarnya. (Ar/CB.1)

Ditegur Mensos, Walikota Denpasar Minta Maaf Soal Penonaktifan PBI Kesehatan

Bagikan