Melayangan adalah sebuah aktifitas yang sangat digemari di Bali. Apalagi oleh anak-anak dan remaja. Kian hari melayangan tidak lagi mudah, banyak tantangan. Terutama anak-anak di kawasan perkotaan yang padat.
Lahan atau tempat bermain layangan menjadi kendala. Di tengah keterbatasan ini, pemuda di Banjar Adat Tanjung Bungkak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan tidak menyerah. Memanfaatkan lahan yang ada di area perumahan, mereka membuat lomba layangan.
Kite Festival Beten Poh ini pun diminati oleh banyak peserta. Bahkan sampai 150 peserta yang juga asal Denpasar pada Minggu, (28/7). Karena awalnya, lomba ini hanya untuk sekedar mengisi libur sekolah panitia hanya melombakan layangan berbahan plastik.
Untuk jenis layangan yang dilombakan ada beberapa seperti, cotek dolong, cotek lawas, kuwir, bebean dan dolong big.
“Jenis layangan cotek dolong paling diminati smapai 120 peserta,” ujar seorang panitia lomba, I Gede Doni Mertha Bawa. (CB.1)

Peserta lomba layangan mempersiapkan layangan untuk dinaikkan

Peserta lomba sedang menunggu instruksi menaikkan layangan dari panitia

Anak-anak antusias menonton lomba layangan

Suasana lokasi lomba layangan Kite Festival Beten Poh

Peserta menyelipkan canang pada ujung atas layangan

Peserta bersiap menaikkan layangan

Layangan jenis kuwir dibawa ke lokasi lomba