Denpasar – Pelarian panjang bos sindikat narkoba internasional asal Eropa akhirnya berakhir di Bali. Seorang buronan kelas kakap berinisial SL, 45 tahun yang merupakan warga negara Inggris diringkus aparat gabungan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Penangkapan dramatis ini diungkap dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Bali, Selasa (31/3), dipimpin Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, didampingi jajaran pejabat terkait dari Divhubinter Polri, Imigrasi Ngurah Rai, hingga Polda Bali.
Kapolda Bali menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil operasi gabungan antara Divhubinter Polri melalui Sekretariat NCB-Interpol Indonesia, Polda Bali, Polres Bandara Ngurah Rai, serta Kantor Imigrasi Ngurah Rai.
“Tersangka merupakan salah satu buronan paling dicari di Eropa. Ia ditangkap saat mencoba masuk ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai,” ujar Kapolda.
SL diketahui merupakan pemimpin organisasi kriminal transnasional besar yang berbasis di Skotlandia. Jaringannya beroperasi lintas negara, terutama di Skotlandia dan Spanyol, dengan aktivitas utama perdagangan narkotika dan pencucian uang.
Bahkan, SL telah masuk dalam daftar Red Notice Interpol dengan nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026. Organisasi yang dipimpinnya juga dikenal terlibat konflik kekerasan dengan kelompok rival di Eropa.
Penangkapan ini tak lepas dari kerja sama intelijen internasional yang cepat dan presisi. Informasi awal diterima dari NCB Abu Dhabi terkait pergerakan SL menuju Indonesia.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Divhubinter Polri langsung berkoordinasi dengan Polda Bali dan pihak Imigrasi untuk melakukan pencegatan di titik kedatangan.
Saat pesawat yang ditumpangi tersangka mendarat sekitar Pukul 11.58 WITA, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan identifikasi dan penahanan di area kedatangan internasional.
“Proses penangkapan berlangsung cepat, terukur, dan tanpa perlawanan,” ungkap Kapolda Bali.
Sementara itu, perwakilan Sekretariat NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan global.
“Begitu menerima notifikasi, kami langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan jajaran kewilayahan. Peran Indonesia dalam pengungkapan jaringan ini juga mendapat apresiasi dari otoritas Spanyol,” ujarnya.
Kapolda Bali juga menegaskan bahwa Bali tidak akan pernah menjadi tempat aman bagi pelaku kejahatan internasional.
“Kami pastikan Bali tetap aman. Pulau ini bukan tempat pelarian bagi penjahat transnasional,” tegasnya.
Saat ini, tersangka SL tengah menjalani proses administrasi untuk segera dideportasi ke negara peminta guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Dua petugas dari otoritas Spanyol dijadwalkan tiba di Bali untuk mengawal proses pemulangan tersangka agar berjalan aman dan lancar. (An/CB.3)

