Denpasar – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali memastikan ketersediaan gas LPG menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman. Pasokan LPG tetap berjalan meskipun terdapat hari libur pada pertengahan Maret.
Kepala Bidang Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Bali Ida Ayu Putriani menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi gas tetap berjalan normal selama periode hari raya.
“Untuk stok LPG menjelang hari raya kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina. Pada hari libur tanggal 15 dan 22 Maret di Denpasar pengiriman tetap dioperasionalkan,” ujarnya saat ditemui di Denpasar, Rabu (11/3).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik atau melakukan pembelian berlebihan karena ketersediaan gas LPG dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pengawasan distribusi juga terus dilakukan secara rutin bersama instansi terkait hingga ke pasar. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi melalui penyelenggaraan pasar murah yang berkolaborasi dengan Pertamina.
“Kalau ada isu kelangkaan bisa langsung diinformasikan ke call center Pertamina. Kami juga akan menindaklanjuti dengan mengadakan pasar murah,” jelasnya.
Terkait harga, Putriani menegaskan bahwa harga LPG masih mengacu pada Peraturan Gubernur Bali dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung di tingkat pangkalan.
Ia juga menyarankan masyarakat membeli gas langsung di pangkalan resmi karena distribusi utama LPG berada di pangkalan.
“Sebenarnya masyarakat bisa membeli langsung di pangkalan karena distribusi akhirnya memang ada di pangkalan, bukan di warung,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui warung tetap membantu mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan LPG. Namun harga di warung tidak diatur secara resmi dalam regulasi HET.
Adapun untuk pembelian LPG di pangkalan, setiap kepala keluarga pada umumnya dibatasi satu tabung. Sementara bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperbolehkan membeli hingga empat tabung dalam satu minggu.
“Satu KK sebenarnya satu tabung, kecuali yang memiliki usaha seperti UMKM. Mereka dalam satu minggu bisa mendapatkan sekitar empat tabung,” jelasnya.
Sementara terkait dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi, Putriani mengatakan hingga saat ini kondisi pasokan LPG di Bali belum terdampak.
“Sekarang kondisinya belum terdampak terkait dengan perang. Memang menjelang Nyepi dan Lebaran biasanya ada peningkatan permintaan, namun untuk distribusi dan ketersediaan masih aman,” pungkasnya. (An.CB/3)



