Peristiwa
Beranda » Terpeleset di Jalur Licin Gunung Abang, Pendaki Dievakuasi SAR Saat Hujan dan Kabut Tebal

Terpeleset di Jalur Licin Gunung Abang, Pendaki Dievakuasi SAR Saat Hujan dan Kabut Tebal

Proses evakuasi pendakian di Gunung Abang, Kecamatan Kintamani. (ist)

Karangsem – Seorang pendaki perempuan mengalami cedera serius saat melakukan pendakian di Gunung Abang, Kecamatan Kintamani, pada Minggu (25/1). Korban terpeleset di jalur licin saat turun gunung hingga mengalami patah tulang pada kaki kanan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Korban diketahui bernama Paula Shinta Kadek Peter Tamboto, 42 tahun. Ia mendaki bersama dua orang rekannya dan memulai pendakian sekitar Pukul 05.00 WITA. Insiden terjadi saat perjalanan turun, ketika kondisi jalur pendakian licin akibat cuaca.

Informasi permintaan bantuan evakuasi diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dari seorang pemandu lokal, Nengah Darwis, pada Pukul 10.40 WITA. Dalam laporan tersebut disebutkan posisi korban berada di sekitar jalur sebelum Pos 2 Pura Andong.

Menindaklanjuti laporan itu, delapan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Setibanya di Gunung Abang, tim SAR melakukan koordinasi dengan unsur terkait lainnya untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi.

Dua orang pemandu lokal lebih dahulu bergerak menuju posisi korban. Selanjutnya, pada Pukul 13.00 WITA, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Babinsa Desa Abang, serta Polsek Kintamani dengan total 12 personel menyusul ke lokasi. Satu jam kemudian, lima personel Ditsamapta Polda Bali turut bergabung dalam operasi tersebut.

Polemik LNG Terjawab, Sosialisasi Sejak 2022 dan Dukungan Masyarakat Sudah Menguat

Koordinator lapangan Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, mengatakan korban akhirnya berhasil ditemukan setelah lebih dari dua jam pencarian.

“Setelah dua jam lima belas menit pencarian, korban berhasil kami temukan pada ketinggian sekitar 1.971 meter di atas permukaan laut,” jelasnya.

Korban ditemukan sekitar Pukul 15.10 WITA dalam kondisi sadar dan stabil, namun mengalami patah tulang pada kaki kanan. Tim SAR kemudian memberikan pertolongan pertama dengan membidai kaki korban untuk meminimalkan pergerakan sebelum dilakukan evakuasi menggunakan tandu.

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang lantaran kondisi cuaca memburuk. Hujan turun disertai kabut tebal dengan jarak pandang terbatas, berkisar antara 8 hingga 10 meter, saat tim mulai membawa korban turun dari gunung. Evakuasi pun berlangsung hingga petang hari.

Setelah berhasil diturunkan, korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit BROSS Denpasar menggunakan ambulans Klinik Nawadara Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Nuit de la Poésie: Ketika Puisi Masih Bernapas di Tengah Deru Zaman

Dalam operasi SAR tersebut, turut terlibat berbagai unsur, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Kintamani, Kasat Intel Polres Bangli, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Abang Songan dan Suter, perangkat Desa Belong Dauhan, Desa Abang Songan, Klinik Nawadara Karangasem, Potensi SAR Pemandu Pokdarwis Abang Erawang Kintamani, Mapala Primakaraserta, pemandu lokal Gunung Abang, masyarakat setempat, serta rekan dan keluarga korban. (Ar/CB.1)

Bagikan