Pariwisata
Beranda » Awal Tahun, Kunjungan Wisata ke Jatiluwih Mulai Menggeliat

Awal Tahun, Kunjungan Wisata ke Jatiluwih Mulai Menggeliat

Wisatawan sedang menikmati panorama alam persawahan dan gunung di DTW Jatiluwih.

Tabanan – Kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebelmulai menunjukkan tren pemulihan pada awal tahun 2026. Meski sempat mengalami penurunan tajam pada akhir Desember 2025 akibat polemik pemasangan seng, kondisi kunjungan kini perlahan kembali menggeliat.

Manajer DTW Jatiluwih Jhon Ketut Purna mengatakan, persoalan pemasangan seng yang sempat dikeluhkan wisatawan telah diselesaikan. Selama proses pemasangan, kunjungan wisatawan menurun karena dinilai mengganggu keindahan panorama sawah terasering dan soal keamanan.

“Waktu pemasangan seng kemarin, dampaknya cukup besar. Wisatawan menilai view kurang bagus. Travel agen mempertanyakan soal keamanan dan kenyaman. Sehingga kunjungan turun drastis,” ujar Jhon Ketut Purna.

Berdasarkan data kunjungan, total wisatawan yang datang ke DTW Jatiluwih selama periode 26 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026 tercatat sebanyak 15.167 orang, terdiri dari 7.409 wisatawan mancanegara (wisman) dan 7.758 wisatawan nusantara (wisnus). Rata-rata kunjungan harian berada di angka 722 orang per hari.

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah kunjungan tersebut masih mengalami penurunan. Pada tahun 2025, total kunjungan mencapai 25.915 orang, sedangkan pada tahun 2026 tercatat 15.167 orang, atau turun sekitar 4.076 kunjungan.

Polisi Perketat Pengawasan Wisatawan Asing, Polda Bali Soroti Penyalahgunaan Visa

“Secara keseluruhan memang masih low season, tapi kalau dilihat harian, sudah mulai ada pergerakan yang positif,” jelas Jhon Ketut Purna.

Ia menambahkan, kunjungan wisatawan mancanegara saat ini berkisar antara 600 hingga 800 orang per hari, sementara wisatawan domestik berada di kisaran 400 orang per-hari. Pengelola optimistis tren peningkatan akan berlanjut, terutama menjelang libur Lebaran.

Menurutnya, wisatawan asal Asia, khususnya dari Malaysia diperkirakan akan mendominasi kunjungan dengan potensi peningkatan sekitar 10 hingga 20 persen pada momen libur Lebaran. Optimisme tersebut juga diperkuat dengan kembalinya kepercayaan pelaku industri pariwisata.

“Dari sisi travel agent, responsnya sangat positif. Saat ini mereka sudah kembali membuka penjualan paket wisata ke Jatiluwih,” pungkasnya.

Dengan mulai pulihnya kunjungan dan kepercayaan wisatawan, pengelola DTW Jatiluwih berharap sektor pariwisata di kawasan tersebut kembali stabil dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. (Ar/CB.1)

Bali Peringkat Satu Dunia, Kalahkan London, Hanoi, Dubai, dan New York

Bagikan